MAMUJU – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Mandar gelar bedah filem dukumenter yang berjudul A Thousand Cuts di 3 kabupaten, Polman, Majene Dan Mamuju dengan mengangkat tema akhiri impunitas atas kejahatan terhadap jurnalis, sabtu (7/11/2021) malam lalu.
Bedah filem tersebut digelar di Warkop Almira Cafe & Poll, Jl Soekarno Hatta Kelurahan Karema yang di hadiri sekitar 20 peserta yakni Jurnalis, Koalisi Masyarakat Sipil Dan Mahasiswa Dari Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia yang ada di kota mamuju.
Film a thousand cuts, sebuah filem dokumenter yang memperlihatkan konflik antara Pers dan Pemerintah Filipina Di Bawah Presiden Rodrigo Duterte.
Filem ini menceritakan Presiden Rodrigo Duterte tergoda untuk memperpanjang masa jabatannya lebih dari 7 tahun yang seharusnya hanya 6 tahun
Karena Presiden Filipina ingin tetap pada kekuasaannya , akhinya pemerintahannya mulai menerapkan anti kriktik . dengan cara membungkam media yang kritis .
Salah satu media yang mengalami dampak adalah media online rappler di bawah pimpinan maria ressa
Di mana pada akhirnya maria ressa harus mendekam dalam penjara selama 6 tahun atas tuduhan penipuan dan pencemaran nama baik.
Aji Kota Mandar mengundang narasumber, praktisi hukum rahmat indrus sebagai pembanding diskusi.
Rahmat Indrus menjelaskan ada tiga poin penting dapat dipelajari dari filem tersebut. yakni sebuah rezim kekuasaan membungkam media yang kritis, serta peran media dalam mewujudkan demokrasi.
Selain itu ia menjelaskan bagaimana filem itu memperlihatkan pelanggaran hak asasi manusia.
Perjuangan jurnalis dalam menegakkan demokrasi dan pembungkaman media lewat reszim otoriter.
“Kegiatan ini dilakukan di tiga Negara , yaitu Indonesia, Malesya dan Filipina, sementara di Indonesia Aji dipercayakan untuk melakukan pemutaran file ini, yakni Aji Jogja, Aji Biren, Aji Padang, Aji Denpasar, Aji Ambon, Aji Bandung, Aji , Aji Loksumawe , Aji Pangkal Pinang Pontianak Dan Aji Mandar dilakukan di rahmat fa , ketua aji kota mandar ,” kata Rahmat FA.
(**)


Polda Sulbar Bangun Kantor PJR Pertama di Indonesia, Siap Jadi Model Nasional & Dorong Ekonomi Warga
PAD Terbatas, Gubernur Sulbar Tetap Kejar Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan
Evaluasi Triwulan I, Gubernur Sulbar Ingatkan Risiko APBD dan Pentingnya Data Akurat