Siti Suraidah Suhardi.Ketua DPC Partai Demokrat Mamuju,

Suraidah : Geopolitik Jelas di Sulbar Dengan Gabung Prabowo ke Demokrat

MAMUJU – Bergabungnya Partai Demokrat pada Koalisi Indonesia Maju, tak hanya membawa suasana baru politik nasional. Tetapi juga terhadap atmosfir politik di tingkat daerah. Hal demikian cukup tampak di Sulawesi Barat dan Mamuju secara khusus.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC Partai Demokrat Mamuju, St. Suraidah Suhardi menuturkan, bagi Partai Demokrat, berkoalisi dengan Prabowo bukan hal baru.

“Yah karena pada pilpres sebelumnya juga kita sudah sama-sama meski waktu itu perolehan suara di Sulbar untuk Prabowo hanya sekitar 35 persen dari total suara yang ada. Tetapi dengan koalisi yang ada sekarang kami yakin perolehan akan lebih signifikan dibandingkan dengan kemarin,” tuturnya Selasa (19/9) siang.

Demikian halnya untuk berkolaborasi dengan partai yang masuk dalam koalisi pemenangan Prabowo di Mamuju dan Sulawesi Barat pada umumnya, kata Ketua DPRD Sulawesi Barat itu, juga sudah saling memahami untuk bergerak memenangkan Prabowo menduduki kursi Presiden RI.

Bukan tanpa alasan, baginya partai yang masuk dalam jajaran koalisi indonesia maju, sudah cukup matang dalam memetakan peluang kemenangan pada pemilihan presiden mendatang.

“Silahkan teman-teman melihat dengan berdasar pada partai yang mengusung partai apa saja. Partai yang sudah memiliki pengalaman yang baik dalam kancah politik nasional hingga lokal. Kemudian ketika di turunkan dalam skala lokal misalnya kita di Sulawesi Barat, kita lihat partai partai ini sekarang di pimpin dan memiliki basis masing-masing yang saling menguatkan,” ungkapnya.

Lebih detail mantan Ketua DPRD Mamuju ini membeberkan partai koalisi tersebut cukup representatif untuk memenangkan Prabowo di Sulawesi Barat.

“Jelasnya bisa kita lihat untuk level provinsi yang pimpin partai partai koalisi itu siapa. Kalau dilihat lebih detail kan jelas geopolitiknya. Mamuju, Mamasa, Polewali Mandar, Mamuju Tengah dan Majene. Itu artinya saat ini hampir semua wilayah di Sulawesi Barat diatas kertas bisa dimenangkan,” terangnya.

Demikian halnya dengan populasi anggota partai koalisi yang memiliki sebaran signifikan di parlemen mesti jadi pertimbangan capres lain untuk di Sulawesi Barat. Meski demikian, menurutnya partai yang masuk dalam koalisi tersebut untuk tidak lengah.

“Artinya kita mesti tetap bekerja jangan sampai jumawa hanya karena melihat geo dan sebaran kader militan partai yang akan bekerja untuk pemenangan,” pungkasnya.(***)

About Author

Spread the love