MAMUJU-Pemerintah Provinsi sulawesi barat bersama Perum bulog Divre mamuju, kembali menggelar pasar murah melalui dinas ketahanan pangan dengan bekerja sama dengan beberapa distributor.
Pasar murah yang digelar di taman karena kelurahan karena kabupaten mamuju ini menjual sejumlah kebutuha bahan pokok, seperti beras, telur ayam, bawang merah, cabai keriting, ayam potong, gula, tepung dan minyak.
Harga harga yang ditawarkan di pasar murah ini 10 sampai 15 persen dari harga pasar, seperti Telur ayam di jual 50 ribu rupiah per rak sementara di pasar di jual hingga 55 perak, beras jenis medium 5 kilogram di jual 60 ribu rupiah sedangkan di pasar 70 rupiah, Bawang merah 1 kg dijual 40 ribu rupiah sementara di pasar 60 ribu rupiah, Ayam potong di jual 60 ribu rupiah perekor sementara di pasaran mencapai 70 sampai 80 perekor.
Kepala dinas ketahanan pangan, Abdul Waris Bestari mengatakan pasar murah ini dilakukan guna mengendalikan inflasi di sulawesi barat lantaran beberapa harga bahan pokok mengalami kenaikan pasca lebaran, salah satunya harga bawang merah.
Ia mengatakan pihaknya telah menggelar pasar murah sejak hari rabu hingga hari ini, dan juga sudah dilakukan di berbagai kabupaten, sekali dalam sebulan berdasarkan arahan dari pj gubernur sulbar prof Sudan arif Fakeulloh.
Beras yang disiapkan dalam pelaksanaan pasar murah ini kurang lebih satu setengah ton beras dan telah habis satu ton beli masyarakat.
Abdul waris mengakui, pasar murah yang kali ini gelar tidak seramai dengan pasar murah yang dilakukan sebelum hari raya Idul Fitri, lantaran harga beras sudah kemabli ke harga awal lantaran di beberapa wilayah sulawesi barat petani sawah mulai panen raya.
Waris menyampaikan ke masyarakat, pihaknya telah bekerja sama sejumlah pengecer penyedia bahan pangan dengan diskon yang sama di pasar murah yakni di pasar lama dan baru mamuju masing masing enam pengecer.


Gubernur Sulbar Terapkan WFH, ASN Kerja 4 Hari di Kantor 1 Hari di Rumah
Momentum Idulfitri, Gubernur Sulbar Terima Aspirasi Kerajaan Balanipa
Gubernur Sulbar Ajak Kabupaten Tingkatkan PAD demi Hadapi Tantangan Fiskal