
Mamuju – Sejumlah Siwas di SMP 3 Tapalang di Dusun Limbeng Desa Takandeang Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat terpaksa harus belajar di parkiran motor sekolah, lantaran seluruh ruangan kelas mereka rusak akibat gempa pada tanggal 15 Januari lalu.
Proses belajar di parkiran motor sudah dilakukan selama proses pembukaan tatap muka terbatas (PTMT) di tengah pandemic covid 19.
Ruangan yang mengalami kersuakan di SMP 3 Tapalang, mulai dari ruangan kantor guru-guru, ruangan perpustakaan, ruangan labolatorium serta kelas siswa sebagian besar mengalami keretakan pada dinding .
“ Kami terpaksa belajar di sini pak (Parkiran motor,red) lantaran khawatir keselamatan anak-anak jika belajar dalam kelas karena dindingnya retak akibat gempa kemarin, “ kata Kapil R wakil Kepala Sekolah SMP 3 Tapalang, Rabu (15 /09/2021)
Kapil R berharap pemerintah Kabupaten Mamuju untuk memberikan perhatian terhadap sekolahnya agar bisa segerah membangunkan ruangan kelas yang memadai digunakan proses belajar mengajar yang lebih baik.
“Kasian anak anak pak kalau hujan ya kadang kehujanan kena percikan air, kalau bisa pemerintah segerah membangun ruangan kelas secepatnya,” tuturnya.
Di sekolah ini jumlah siswanya sebanyak 270 orang, dan harus secara bergantian menggunakan parkiran motor tersebut untuk belajar mulai dari kelas 7 sampai kelas 9 .
(**)


Petani Tommo Tersenyum, 7 Hektare Padi Terkendali dari Serangan Bercak Daun Cokelat
Jamin Keselamatan Berkendara, Polantas Polda Sulbar Gencarkan Pengaturan di Lokasi Rawan Macet Mamuju
Polantas Polda Sulbar Gencarkan Sosialisasi dan Bagikan Brosur Tertib Berlalu Lintas