Mamuju, 2 Mei 2026 — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan arah pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, khususnya di daerah. Hal tersebut disampaikan oleh Muh. Arifain Makkulau dalam wawancara khusus bersama media.
Menurut Arifain, pendidikan tidak lagi bisa dipandang sebagai sektor yang berdiri sendiri, melainkan harus terintegrasi dengan kebutuhan dunia usaha, industri, dan perkembangan global.
“Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah momen refleksi serius bahwa pendidikan kita harus mampu menciptakan SDM yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan zaman, termasuk di sektor industri strategis,” ujar Arifain.
Sebagai praktisi di sektor konstruksi minyak dan gas serta pengurus organisasi pengusaha, Arifain menilai masih terdapat kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan lapangan kerja. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha.
“Kita butuh kurikulum yang lebih responsif terhadap kebutuhan industri. Jangan sampai lulusan kita banyak, tetapi tidak terserap karena tidak sesuai dengan kebutuhan pasar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Arifain juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan vokasi dan kewirausahaan, khususnya bagi generasi muda di daerah.
“Anak-anak muda harus didorong menjadi pencipta lapangan kerja, bukan hanya pencari kerja. Pendidikan harus membangun mental entrepreneur, keberanian mengambil risiko, dan kemampuan inovasi,” tegasnya.
Dalam konteks daerah seperti Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan, Arifain melihat peluang besar dalam pengembangan sektor lokal berbasis potensi wilayah, seperti pertanian, perikanan, dan industri kreatif.
“Kalau pendidikan kita arahkan sesuai potensi daerah, maka kita tidak hanya mencetak tenaga kerja, tetapi juga penggerak ekonomi lokal yang kuat,” jelasnya.
Di akhir wawancara, Arifain berharap momentum Hardiknas tahun ini dapat mendorong lahirnya kebijakan pendidikan yang lebih progresif dan berorientasi pada masa depan.
“Pendidikan adalah fondasi utama bangsa. Kalau kita ingin Indonesia maju, maka investasi terbesar harus kita letakkan pada kualitas pendidikan,” tutupnya.


APPMBGI Konsolidasi Nasional Tuntas, Sulbar Perkuat Implementasi Program MBG di Daerah
Demokrat Sulbar Lirik Syamsul Samad dan Istri Almarhum Wagub untuk Posisi Cawagub
Dari Desa di Pinrang, Model Penyediaan Air untuk Petani Pemasok MBG Mulai Dibangun