
Pinrang, Sulawesi Selatan — Di tengah dorongan penguatan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) secara nasional, sebuah inisiatif berbasis desa mulai dikembangkan di Desa Katomporang, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang. Program pembangunan sumur bor untuk petani pemasok bahan baku MBG kini mulai berjalan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan di tingkat lokal.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Ikra Maju Bersama dan Koperasi Desa Merah Putih Katomporang, serta dipimpin oleh Muh. Arifain Makkulau.
Sebagai lembaga yang aktif dalam mendukung program MBG di daerah, Yayasan Ikra Maju Bersama saat ini menaungi dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pinrang, yakni SPPG Watangsawitto 05 dan SPPG Pekkabata 02. Keberadaan SPPG ini menjadi bagian dari ekosistem hilir yang terhubung langsung dengan upaya penguatan sektor hulu melalui penyediaan bahan baku dari petani lokal.
Saat ini, satu unit sumur bor telah selesai dibangun dan mulai dimanfaatkan oleh petani. Sementara itu, satu unit tambahan tengah disiapkan untuk dibangun di area perkebunan lain di wilayah yang sama.
Lahan pertanian yang menjadi fokus program mencakup kebun buah-buahan, budidaya bawang merah, serta berbagai komoditas sayur-sayuran yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok bahan baku MBG.
Muh. Arifain Makkulau menyatakan bahwa keberhasilan program pangan tidak hanya ditentukan oleh distribusi, tetapi juga oleh kesiapan produksi di tingkat desa.
“Penguatan sektor hulu, khususnya akses air bagi petani, menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan produksi. Tanpa itu, stabilitas pasokan akan sulit dicapai,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif antara yayasan dan koperasi desa menjadi salah satu model yang dapat memperkuat ekosistem produksi pangan secara berkelanjutan.
Selain meningkatkan produktivitas, pembangunan sumur bor ini juga diharapkan dapat membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap sumber air musiman, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya produksi.
Program ini dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai model berbasis desa dalam mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan, khususnya dalam menjaga kesinambungan pasokan bahan baku MBG.
Ke depan, pengembangan infrastruktur dasar seperti akses air dipandang menjadi salah satu kunci dalam memastikan keberhasilan program pangan yang berkelanjutan dan inklusif.


Gubernur Sulbar Terapkan WFH, ASN Kerja 4 Hari di Kantor 1 Hari di Rumah
Momentum Idulfitri, Gubernur Sulbar Terima Aspirasi Kerajaan Balanipa
Gubernur Sulbar Ajak Kabupaten Tingkatkan PAD demi Hadapi Tantangan Fiskal