Hal tersebut disampaikan Arifain dalam pernyataannya terkait penguatan ekosistem pangan lokal di Sulawesi Barat. (**)
Menurutnya, program MBG harus memberikan dampak langsung kepada petani, peternak, pelaku UMKM hingga masyarakat secara luas melalui penyerapan hasil produksi lokal.
“Program MBG tidak boleh hanya menjadi program makan untuk anak-anak sekolah, tetapi harus menjadi penggerak ekonomi rakyat. Kami ingin petani lokal terserap hasil panennya, peternak memiliki pasar yang jelas, UMKM tumbuh bersama, dan masyarakat merasakan langsung dampak ekonominya,” ujar Arifain.
Ia menilai, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Arifain mengingatkan agar program tersebut tidak memicu kenaikan harga bahan pokok yang justru membebani masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.
“Jangan sampai anak-anak mendapat makanan bergizi, tetapi di sisi lain ibu-ibu di rumah justru terbebani karena harga bahan pokok naik akibat inflasi sektoral,” katanya.
Karena itu, APPMBGI Sulbar berkomitmen membangun ekosistem rantai pasok lokal yang kuat, sehat, dan berpihak kepada masyarakat Sulawesi Barat.
Melalui penguatan kolaborasi antara petani, peternak, UMKM dan pengelola MBG, diharapkan program tersebut mampu menghadirkan manfaat ganda, yakni meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus memperkuat ekonomi daerah.


KI Sulbar Sahkan Pencabutan Permohonan Sengketa Informasi PPID Utama Pemkab Polman
BPW HIPKA Sulbar Ajak Masyarakat Sikapi Penguatan Dolar dengan Bijak
Muh. Arifain: Pancasila Harus Jadi Fondasi Kemandirian Ekonomi dan Penguatan Wirausaha Bangsa