Hal tersebut disampaikan Arifain dalam pernyataannya terkait penguatan ekosistem pangan lokal di Sulawesi Barat. (**)
Menurutnya, program MBG harus memberikan dampak langsung kepada petani, peternak, pelaku UMKM hingga masyarakat secara luas melalui penyerapan hasil produksi lokal.
“Program MBG tidak boleh hanya menjadi program makan untuk anak-anak sekolah, tetapi harus menjadi penggerak ekonomi rakyat. Kami ingin petani lokal terserap hasil panennya, peternak memiliki pasar yang jelas, UMKM tumbuh bersama, dan masyarakat merasakan langsung dampak ekonominya,” ujar Arifain.
Ia menilai, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Arifain mengingatkan agar program tersebut tidak memicu kenaikan harga bahan pokok yang justru membebani masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.
“Jangan sampai anak-anak mendapat makanan bergizi, tetapi di sisi lain ibu-ibu di rumah justru terbebani karena harga bahan pokok naik akibat inflasi sektoral,” katanya.
Karena itu, APPMBGI Sulbar berkomitmen membangun ekosistem rantai pasok lokal yang kuat, sehat, dan berpihak kepada masyarakat Sulawesi Barat.
Melalui penguatan kolaborasi antara petani, peternak, UMKM dan pengelola MBG, diharapkan program tersebut mampu menghadirkan manfaat ganda, yakni meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus memperkuat ekonomi daerah.


Sandeq Silumba 2026 Siap Meriahkan HUT Sulbar, Kementerian Pariwisata Dijadwalkan Hadir
Kuasa Hukum Ruksamin Apresiasi Penetapan Jalil sebagai Tersangka: “Ini Awal Terbukanya Kebenaran
Survei Terravox: 81,5% Masyarakat Sulbar Puas dengan Kinerja Gubernur Suhardi Duka