MAMUJU — Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha KAHMI (BPW HIPKA) Sulawesi Barat mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk menyikapi pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah secara bijak dan proporsional.
Dalam keterangannya, Ketua BPW HIPKA Sulbar, Muh. Arifain, SH., MH., mengatakan penguatan dolar AS yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir merupakan bagian dari dinamika ekonomi global yang saat ini dihadapi banyak negara, bukan hanya Indonesia.
“Pergerakan nilai tukar tentu menjadi perhatian dunia usaha. Namun kondisi ini harus dilihat secara objektif dan tidak disikapi dengan kepanikan berlebihan,” ujar Arifain.
Ia menjelaskan, dalam dua minggu terakhir dolar AS sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar sebelum kembali bergerak di kisaran Rp17.900-an. Menurutnya, fluktuasi tersebut dipengaruhi berbagai faktor eksternal, mulai dari kebijakan suku bunga negara maju, ketidakpastian geopolitik, hingga arus modal global.
BPW HIPKA Sulbar menilai kondisi tersebut memang memberi tantangan bagi sejumlah sektor usaha, terutama yang masih bergantung pada bahan baku dan peralatan impor. Meski demikian, situasi itu juga dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian ekonomi nasional dan meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.
“Kondisi ini menjadi pengingat penting bahwa daya saing usaha lokal harus terus diperkuat agar mampu menghadapi perubahan ekonomi global,” katanya.
Arifain menegaskan, meskipun rupiah mengalami tekanan, pergerakannya masih berada dalam koridor yang terkendali dan belum menunjukkan adanya kepanikan pasar yang berlebihan.
Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh spekulasi yang dapat menimbulkan kekhawatiran berlebihan dan berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi maupun iklim investasi.
BPW HIPKA Sulbar juga menyatakan dukungan kepada Pemerintah Republik Indonesia, Bank Indonesia, dan seluruh otoritas ekonomi yang terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui berbagai kebijakan strategis.
Selain itu, HIPKA mengajak seluruh elemen masyarakat, pelaku usaha, akademisi, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga seluruh komponen bangsa untuk tetap menjaga kondusivitas sosial, ekonomi, dan politik di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
“Persatuan dan optimisme merupakan modal penting untuk menghadapi tantangan ekonomi saat ini,” ujar Arifain.
Ia menambahkan, Indonesia telah beberapa kali menghadapi tantangan ekonomi besar dan mampu bangkit melalui semangat gotong royong serta kerja sama seluruh elemen masyarakat.
BPW HIPKA Sulbar berharap stabilitas nasional tetap terjaga, investasi terus tumbuh, lapangan kerja semakin terbuka, serta kesejahteraan masyarakat dapat meningkat di tengah dinamika ekonomi global saat ini. (**)


Muh. Arifain: Pancasila Harus Jadi Fondasi Kemandirian Ekonomi dan Penguatan Wirausaha Bangsa
Ketua APPMBGI Sulbar Dorong Program MBG Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat
Polda Sulbar Bangun Kantor PJR Pertama di Indonesia, Siap Jadi Model Nasional & Dorong Ekonomi Warga