MAMUJU – Berdasarkan Data Dari Alamsyah Tamrin Kepala Bidang Pecegahan Penyakit Dinas Kesehatatan Mamuju Kasus DBD Di Mamuju Selama 2022 Sebanyak 70 Mulai Dari Bulan Januari Hingga Bulan Juli Kasua Paling Banyak Di Temukan Di Kecamatan Mamuju, Simboro, Tapalang Dan Kalukku.
Alamsyah menyampaikan kasus DBD pada bulan Juni 4 orang harus di rawat di sejumlah rumah sakit di Mamuju, untuk bulan Juli naik menjadi 10 Orang namun minggu ini, tidak ada lagi pasien yang dirawat.
Jika dibandingkan tahun 2021 jumlah warga terjangkit DBD hingga Desember sebanyak 64 kasus ini mendakan kasus dbd di 2022 bisa terus bertambah.
“ Deman berdarah meningkat dikarenakan Sulawesi Barat pada umumnya memasuki musin pancaroba, atau pergantian musim sehingga curah hujan meningkat cukup tinggi menyebabkan banyak genangan air hujan yang menjadi wadah tempat berkembang biaknya nyamuk DBD,”Kata Alamsyah Tamrin, 26/8/2022)
Berdasarkan perintah Bupati Mamuju Sutina Suhardi mengatisipasi kasus terus meningakat Dinkes Dinkes Gencar akan melakukan fogging disejumlah kecamatan, dimulai dari Kecamatan Mamuju, Simboro dan menyasar kecamatan lain karena dua tempat ini ditemukan kasus paling banyak.
Dinkes berharap ada bantuan dari sejumlah pihak untuk ketersedian stok racun dan bahan campurannya.
“Masyarakat diminta untuk berperan aktif dalam kebersihan lingkungan dengan menerapkan pola 3m, jika hal tersebut tidak dilakukan maka upaya dinas kesehatan dalam berantas DBD hanya sia sia,” tutup Alamsyah.
(**/adv)


Polda Sulbar Bangun Kantor PJR Pertama di Indonesia, Siap Jadi Model Nasional & Dorong Ekonomi Warga
PAD Terbatas, Gubernur Sulbar Tetap Kejar Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan
Evaluasi Triwulan I, Gubernur Sulbar Ingatkan Risiko APBD dan Pentingnya Data Akurat