Hj.Sitti Sutinah Suhardi, Bupati Mamuju

Bupati Mamuju Janji Turunkan Alat Berat ke Marano

MAMUJU – Bupati Mamuju Sutinah Suhardi janji akan kirim alat berat ke Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Marano, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kulukku.

Sebelumnya diberitakan warga di UPT Marano terisolir sudah 10 hari sejak Sabtu (13/11/2021).

Hingga hari ini material longsor masih menutupi badan jalan karena pemerintah belum mengirim alat berat.

Jalan tersebut belum dapat dilalui hingga saat ini.

Warga setempat gotong royong membuka akses jalan agar dapat dilalui roda dua.

Jika tidak, warga terancam kelaparan.

Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi mengatakan sudah menerima laporan tersebut.

“Kita akan turunkan alat berat, untuk membantu membuka akses jalan ke UPT Marano,” terang Sutinah Suhardi , saat ditemui di ruanganya, Senin (22/11/2021).

Dia akan perintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk menurunkan alat berat.

Sutinah mengakui kemampuan alat berat yang sekarang dimiliki itu, kurang memadai.

“Kita juga akan minta bantuan pihak swasta (HK) untuk pinjam alat beratnya,” lanjutnya.

Sebab waktu longsor pada bulan lalu, pemkab Mamuju juga meminjam alat berat untuk UPT Marano.

Sebelumnya diberitakan akses jalan menuju UPT Marano, Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulbar, belum diperbaiki pascalongsor, Sabtu (13/11/2021) lalu.

“Ini sudah sembilan hari pasca longsor tak ada bantuan alat berat untuk membersihkan material,” kata salah satu Warga Marano Nur Intan kepada Tribun-Sulbar.com, Minggu (21/11/2021).

Warga dibantu prajurit TNI dari Koramil Kalukku membersihkan material longsor agar dapat dilalui kendaraan roda dua.

Mereka menggunakan peralatan seadanya, karena pemerintah tidak mengirim alat berat.

“Kendaraan roda dua, sudah bisa tembus, namun harus ekstra hati-hati, sebab tanah longsoran masih menutupi badan jalan,” terang Nur Intan.

Dia berharap, pemerintah daerah, lebih memperhatikan kondisi jalan tersebut.

(**/advetorial)

About Author

Spread the love