MAMUJU – Hari kesehatan Nasional (HKN) ke-58 tahun 2022, kembali diperingati dengan penuh suka cita ditingkat Kabupaten Mamuju yang dipusatkan di kecamatan Tomm, Selasa 8 November 2022.
Pembukaan yang dilakukan dilapangan sepak Bola Tommo di ikuti oleh para tenaga kesehatan di semua kecamatan tersebut, serta dihadiri sejumlah pejabat lingkup kabupaten Mamuju.
Bupati Mamuju Hj. Sitti Sutinah Suhardi, yang membuka agenda tersebut mengapresiasi para tenaga kesehatan, karena Nakes adalah ujung tombak pemerintah dalam menjawab espektasi masyarakat terhadap lahirnya layanan kesehatan terbaik, sehingga keberadaannya sangat penting dan perlu mendapatkan perhatian.

Secara umum Sutinah menyebutkan, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah kabupaten mamuju yang menjadikan visi Mamuju Keren sebagai tujuan pembangunan lima tahun, telah melakukan berbagai langkah konkret untuk meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, mulai dari Jaminan kesehatan Semesta (UHC) yang merupakan program kesehatan gratis melalui BPJS kesehatan yang telah dibiayai melalui APBD mamuju dan telah memberikan jaminan hampir tidak ada lagi masyarakat mamuju yang tidak tercover dalam kepesertaan BPJS kesehatan.
Demikian halnya dalam meningkatkan mobilisasi layanan kesehatan terus mendapat perhatian serius, bahkan tahun ini pemkab mamuju kembali akan mendistribusikan 13 mobil ambulance untuk membantu masyarakat yang mengalami kondisi darurat. Kata bupati, dari 13 ambulance tersebut 3 diantaranya adalah bantuan dari perbankan dalam hal ini bank BRI dan BNI, selebihnya 10 ambulance di biayai melalui APBD mamuju.
“Dalam mendorong peningkatan sumberdaya internal tenaga kesehatan, yang ditunjukkan melalui rekrutmen PPPK tenaga kesehatan yang tahun ini akan mengakomodasi 250 nakes terutama bidan dan perawat untuk penugasan di wilayah terpencil,” Kata Sutina.
Salah seorang tenaga kesehatan dari Puskesmas Campaloga kecamatan Tommo, Widia, menyampaikan rasa salut dan mendukung atas komitmen bupati Mamuju yang dinilai telah sangat konsen terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
“Ini tentu menjadi “booster” buat kami tenaga kesehatan, sehingga kami lebih semangat lagi bekerja, semoga kedepan rekrutmen PPPK bidang kesehatan tiap tahun bisa terbuka supaya semua kontrak yang ada di mamuju bisa jadi ASN (P3K) jadi Semua layanan kesehatan sampai kepelosok bisa terisi tenaga ASN kesehatan, sehingga tenaga kesehatan bisa lebih sejahtera, dan masyarakat mamuju bisa jadi lebih sehat”, tutupnya.
(**/adv)


Polda Sulbar Bangun Kantor PJR Pertama di Indonesia, Siap Jadi Model Nasional & Dorong Ekonomi Warga
PAD Terbatas, Gubernur Sulbar Tetap Kejar Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan
Evaluasi Triwulan I, Gubernur Sulbar Ingatkan Risiko APBD dan Pentingnya Data Akurat