Mamuju–Sudah hampir dua bulan Bandar Udara Tampa Padang mati suri. Penerbangan tutup, aktivitas bandara lengang. Hal tersebut lantaran Sulawesi barat berda di level 3 penyebaran covid 19.
Kepala Dinas Perhubungan Sulbar, Maddareski Salatin menjelaskan, selama ini penerbangan memang tutup karena adanya kebijakan pembatasan atau wajib tes PCR bagi penerbangan antar daerah. Termasuk penerbangan rute utama Mamuju – Makassar dan sebaliknya.
“Itu yang jadi kendala, karena harga PCR lebih mahal dari tiket,” ujar Maddareski, belum lama ini.
Namun saat ini, Mamuju sudah berubah status menjadi wilayah level 2 pandemi Covid-19. Di mana status itu tidak mewajibkan tes PCR bagi penumpang, cukup antigen. Oleh karena itu, dalam waktu dekat penerbangan di Bandara Tampa Padang akan dibuka kembali.
Apalagi, lanjut dia, Gubernur Sulsel juga telah mengeluarkan Surat Edaran merespons Surat Edaran Gubernur Sulbar terkait pengecualian penggunaan PCR untuk penerbangan komersil rute Makassar-Mamuju dan sebaliknya.
“Mudah-mudahan maskapai merespons cepat kebijakan itu,” ucapnya.
Sejak akhir Juli 2021, aktivitas penerbangan Bandara Tampa Padang lengang. Hal itu membuat mata rantai bisnis seret.
Informasi yang dihimpun FAJAR, tak sedikit pekerja atau karyawan terpaksa menganggur karena dirumahkan. Sebagian bahkan terkena kebijakan PHK.
“Ada beberapa teman yang dirumahkan dan ada juga yang PHK. Sebagian sudah dipanggil kembali, tapi sebagian juga belum ada kejelasan,” ujar seorang sumber yang menolak namanya dipublikasikan.
Ia juga mengatakan bahwa pada tanggal 27 September nanti akan ada penerbangan dari salah satu maskapai yang beroperasi di Bandara Tampa Padang.
Kepala Bandara Tampa Padang, Djarot Nugroho saat dikonfirmasi, menegaskan bahwa Bandara Tampa Padang tidak pernah tutup. Hanya saja, penerbangan komersil tidak ada sejak penerapan PPKM Level 3 di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan dan Barat.
“Penerbangan yang tidak ada, tapi itu hak atau wewenang maskapai,” ujarnya.
Terkait karyawan yang dirumahkan, Djarot bel menjawab pertanyaan itu sampai berita ini diturunkan.
(** )


Gubernur Sulbar Terapkan WFH, ASN Kerja 4 Hari di Kantor 1 Hari di Rumah
Momentum Idulfitri, Gubernur Sulbar Terima Aspirasi Kerajaan Balanipa
Gubernur Sulbar Ajak Kabupaten Tingkatkan PAD demi Hadapi Tantangan Fiskal