Mamuju, – Badan Pengurus Wilayah (BPW) Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Sulawesi Barat akan menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) 2024 dengan mengusung tema besar “Optimalisasi Potensi Pertanian Sulawesi Barat untuk Mendukung Ketahanan Pangan Nasional”.
Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober di Grand Maleo Hotel, dan akan menghadirkan para pengusaha, pemangku kebijakan, serta akademisi untuk membahas peluang dan tantangan ekonomi daerah.
Pelantikan dan RAKERWIL ini menjadi momentum penting bagi HIPKA Sulawesi Barat untuk memperkuat peran pengusaha lokal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan UMKM.
Ketua BPW HIPKA Sulbar terpilih, Muh Arifain Makkulau mengatakan Fokus utama dari pertemuan ini adalah membangun sinergi antara sektor pertanian dan UMKM dengan dukungan pembiayaan untuk mencapai ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi.
“Tujuan RAKERWIL HIPKA Sulawesi Barat 2024 RAKERWIL ini bertujuan untuk menyusun program kerja strategis yang selaras dengan visi dan misi BPW HIPKA Sulawesi Barat dalam memperkuat peran pengusaha lokal di sektor pertanian, meningkatkan kapasitas UMKM, serta mendorong pembiayaan berbasis syariah. Hasil dari RAKERWIL ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian Sulawesi Barat dan Indonesia secara umum,” Kata Muh Arifain Makkulau.
Lanjut, Muh Arifain Makkulau mengatakan Komisi-Komis yang Akan Membahas Agenda Strategis Pada RAKERWIL ini, diskusi akan dibagi menjadi tiga komisi utama yakni Komisi I: Pengembangan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Mengupas potensi pertanian Sulawesi Barat dan kolaborasi antara pengusaha dan petani untuk memperkuat ekonomi lokal dan nasional.
Komisi II: Pembiayaan Syariah dan Investasi
Membahas pengembangan pembiayaan syariah sebagai solusi bagi pelaku UMKM dan sektor pertanian untuk mengakses modal usaha yang berkelanjutan. Komisi III: Pengembangan SDM dan Kewirausahaan Peran Penting Pengusaha dan UMKM Salah satu agenda utama yang akan menjadi fokus adalah penguatan peran UMKM dalam rantai pasok pangan, serta penggunaan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas di sektor pertanian.
“Selain itu, RAKERWIL juga akan membahas bagaimana pembiayaan syariah dapat dioptimalkan untuk mendukung pembiayaan usaha dan investasi berkelanjutan di Sulawesi Barat,” ujar
Muh. Arifain, memaparkan bahwa RAKERWIL ini merupakan langkah konkret untuk mengukuhkan HIPKA sebagai wadah bagi pengusaha di Sulawesi Barat.
“Kami optimis bahwa melalui RAKERWIL ini, HIPKA Sulawesi Barat akan mampu menghasilkan solusi yang inovatif dan strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
RAKERWIL ini diharapkan menjadi ajang kolaborasi bagi para pelaku usaha di Sulawesi Barat untuk berkontribusi dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan potensi lokal.


Polda Sulbar Bangun Kantor PJR Pertama di Indonesia, Siap Jadi Model Nasional & Dorong Ekonomi Warga
PAD Terbatas, Gubernur Sulbar Tetap Kejar Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan
Evaluasi Triwulan I, Gubernur Sulbar Ingatkan Risiko APBD dan Pentingnya Data Akurat