Mamuju – Bupati Mamuju, Siti Sutina Suhardi Melayangkan teguran kepada sejumlah camat dan kepala desa di bawah pemerintahannya lantaran masih lamban memberikan data warganya yang layak mendapatkan bantuan BPJS tanggungan Pemerintah atau Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) .
Hal tersebut di sampaikan saat hadir dalam kegiatan Rembuk Stunting dan Kalakarya Kesehatan tingkat kabupaten mamuju yang digelar di ballroom salah satu hotel di Mamuju, Jumat, (17 /09/2021).
Tercatat Kalumpang dan Bonehau adalah salah satu kecamatan yang paling banyak warganya belum diusul dalam mendapatkan PBI JK.
“Kita tidak mau, nanti banyak warga yang mengeluh soal jaminan kesehatan ini, padahal kita sudah siapkan anggaran cukup besar untuk menjamin kesehatan gratis masyarakat mamuju melalui BPJS, dan sangat disayangkan kalau anggarannya sia-sia karena kuotanya tidak di isi” Pungkas Sutinah.
Menyikapi teguran itu, Camat Kalumpang, Bram Thosuly, berjanji akan menuntaskan tugas perampungan data calon peserta BPJS di wilayahnya. Camat yang baru dilantik belum genap sebulan ini mengaku, cukup terkendala akses jalan ke tiap desa dan juga sumberdaya manusia yang terbatas dalam penginputan data dimaksud. Namun demikian ia optimis dalam waktu sebulan ia akan segera dapat membenahi hal tersebut.
Untuk diketahui, cakupan kesehatan semesta (universal healt coverage) pemerintah Kabupaten Mamuju yang memang menjadikan sektor kesehatan sebagai prioritas dalam aktualisasi visi Mamuju keren, menargetkan 98 persen warga Mamuju, tanpa terkecuali seluruhnya akan tercover dalam BPJS kesehatan.
(**)


Gubernur Sulbar Terapkan WFH, ASN Kerja 4 Hari di Kantor 1 Hari di Rumah
Momentum Idulfitri, Gubernur Sulbar Terima Aspirasi Kerajaan Balanipa
Gubernur Sulbar Ajak Kabupaten Tingkatkan PAD demi Hadapi Tantangan Fiskal