MAMUJU – Aliansi Masyarakat Desa (AMD) dan Mahasiswa kembali melakukan unjuk rasa di kantor PMD dan DPRD kabupaten Mamuju, Rabu(15/12).
Massa aksi meminta untuk sementara kantor PMD di kosongkan karena diduga telah melahirkan kecurangan dalam tahapan tes Cakades di kabupaten Mamuju.
Setelah melakukan orasi di kantor PMD massa melanjutkan aksi di depan kantor DPRD kabupaten Mamuju untuk menagih janji yang telah di sepakati kemarin (Selasa (14/12/2021) dalam rapat RDP.
Sesampainya di DPRD massa sempat menutup jalan dan kemudian melakukan orasi di halaman kantor DPRD Mamuju.
Saat orasi depan pintu masuk kantor DPRD kabupaten Mamuju, sejumlah mahasiswa di warnai aksi saling dorong dengan aparat keamanan dari Pihak kepolisian dan Satpol PP saat massa aksi memaksa masuk ke kantor DPRD untuk menemui anggota dewan.
Massa aksi kecewa karena sesampainya di kantor DPRD kabupaten Mamuju tidak terlihat satupun anggota DPRD yang berkantor.
Setelah melakukan negosiasi dengan pihak keamanan, massa aksi di loloskan untuk masuk ke ruang rapat dan menduduki ruang rapat anggota DPRD kabupaten Mamuju.
Aksi ini merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya yang telah dilakukan selama 5 hari. Selasa 14 Desember kemarin telah dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilakukan anggota DPRD, Stakeholder serta massa aksi.
(**)


Polda Sulbar Bangun Kantor PJR Pertama di Indonesia, Siap Jadi Model Nasional & Dorong Ekonomi Warga
PAD Terbatas, Gubernur Sulbar Tetap Kejar Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan
Evaluasi Triwulan I, Gubernur Sulbar Ingatkan Risiko APBD dan Pentingnya Data Akurat