MAMUJU – Politeknik Kesehatan (Poltekes) Mamuju menggelar simulasi penganan koban bencana gempa bekerja sama dengan Kantro Basarnas Mamuju, Kamis (16,12,2021).
Diceritakan dalam simulasi tersebut, Suasana ruang pembelajaran di Kampus Politehnik Kesehatan Mamuju awalnya pebelajaran berjalan seperti biasa namun tiba tiba tempat tersebut diguncang gempa 6,2 skalarikter
Sejumlah siswa yang berada dalam ruangan langsung histeris dan mencoba melindungi diri mereka dari kemungkinan adanya reruntuhan bangunan dengan cara memengangi kepala mereka sambil berlindung dibalik tembok dan kursi.
Mengetahui kejadian tersebut Tim Basarnas Besama Dinas Kesehatan yang semua anggotanya merupakan mahsiswa Poltetekes Mamuju tiba dilokasi melakukan penyelamatan kepada sejumlah mahasiswa yang tertimpah reruntuhan bangunan Kampus .
Sedikitnya ada 8 mahasiswa mengalami luka – luka ada yang mengalami luka di kepala dan ada juga yang mengalami patah tulang pada bagian kaki dan tangan, bahakan 1 orang mahasiswa meninggal dunia karena mengalami luka yang serius.
Sementara koban yang mengalami luka ringan langsung dievakuasi tim medis ke tempat pelayanan medis yang langsung dibagun pasca terjadinya gempa.
Simulasi tersebut hanya berlangsung dari 1 jam, namun semua mahasiswa nampak serius menjalankan peran masing masing.
“Simulasi ini dilakukan sebagai pembalajanran kepada mahasiswa di dunia kampus sekaligus memberikan pelatihan kepada mereka sigap tanggap terhadap bencana khususnya gempa ,” kata Muhammad Arif Anwar, Kepala Kantor pencarian dan pertolongan Mamuju
Hal tersebut dilakukan lantaran, kondisi sulawesi barat, khususnya di kabupaten mamuju masuk dalam rawan bencana gempa , longsor .
“Mahasiswa dilatih bagaimana melakukan penyelamatan kepada korban yang mengalami luka serius dan menyemalatkan korban yang berada digedung berlantai dua atau lebih,” ucapya.
Muhammad Arif Anwar, berharap kedepanya pihak Poltekes Mamuju, memasukan pembelajaran tambahan kepada mahasiswa minimal sesuai standar basarnas agar dapat diberikan sertifikat relawan Basarnas.
“Ada pemenuhan jam pembelajaran, yang ada disilabus Basarnas sehingga kita dapat berikan sertifikat, yang bisa jadi acuan kepada kami, tim perawat dari poltekes dapat digunakan jika terjadi bencana,” tambah Muhammad Arif Anwar.
Sementara itu H.Andi Salim, SKM ,M.KesDirektur Poltekkes Kemenkes Mamuju mengatakan pihaknya telah melakukan penandatangan kejasama dengan Basarnas Mamuju, agar kedepannya tim perawat dari poltekes bisa mendapatkan pebelajaran dan kerja sama semua hal yang bisa diberikan Basarnas.
“Insaya allah ketentuan yang diberikan soal waktu pembelajaran materi basarnas akan kami rapatkan bersama,” kata H.Andi Salim, SKM ,M.Kes.
Ia juga mengatakan tim kesehatan Poltekes Mamuju, sudah beberapa kali terjung menjadi relawan setiap terjadi bencana nasional, seperti gempa di Palu ( Sulteng) dan banjir Bandang di Masamba ( Sulsel).
“Semoga dengan pelatihan ini mahasiswa nanti bisa berguna dilingkungan sekitarnya, bisa menolong masyarakat jika dibutuhkan dalam kondisi darurat,” tutup H.Andi Salim, SKM ,M.Kes.
(**)


Polda Sulbar Bangun Kantor PJR Pertama di Indonesia, Siap Jadi Model Nasional & Dorong Ekonomi Warga
PAD Terbatas, Gubernur Sulbar Tetap Kejar Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan
Evaluasi Triwulan I, Gubernur Sulbar Ingatkan Risiko APBD dan Pentingnya Data Akurat