by Latiful Wahid
Terkadang daku mencinta bunga dalam sepi..
Terkadang rasa itu ada dalam getar jiwa yang bergelora
Tapi apakah mungkin sinar mentari itu mampu melelehkan salju yang telah lama membeku?
Tapi apakah mungkin seekor pungguk mampu merindukan bulan purnama?
Kadang ku terkesiap dalam kejut semilirnya angin malam.
Ku lihat penampakan sosok wajah rupawan yang tersenyum di setiap ranting dahan itu.
Yang cantiknya bak wajah bidadari bermata jeli..
Tapi biarlah rasa itu sirna seiring waktu yang dalam.
Terhapus waktu walau aku telah memahatnya diatas batu..
Aku coba mencari sosok lain yang mirip dengan itu.
Namun jujur tak pernah ada satupun yang mirip apalagi sama dengan ia.
Jiwanya rapuh namun begitu keras jika telah tersentuh..
Tekadnya kuat bak karang yang tak pernah lekang walau gulungan ombak menghadang..
Aku tahu….
Hanya tangan sempurna yang mampu merengkuhnya.
Aku tahu diriku penuh noda yang hitam kelam tak mampu untuk menyentuhnya..
Duh gusti..
Aku hanya memohon padamu untuk terus menjaganya
Pujangga Tertusuk Duri
(21/12/2020)


PJ Gubernur Sulbar Dukung Salabose Jadi Wisata Religi
Pakar IPB Ibaratkan Anggrek Sulbar Posisinya Seperti Thailand
Kapolda Bersama Ketua Bhayangkari Sulbar Hadiri Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2024 di JCC