MAMUJU– Menjelang satu tahun pasca gempa yang mengguncang Mamuju dan Kabupaten Majene 15 Januari lalu kondisi SD Impres Simboro di Jalan Marta Dinata Kelurahan Simboro Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Masih Memprihatikan.
Siswa masih melakukan proses belajar mengajar di bawah tenda yang merupakan bantuan dari kementrian pendidikan dan bnpb pusat.
Di sekolah ini masih berdiri dua tenda BNPB berwarna orage, 2 tenda bantuan Kementrian Pendidika dan 1 bagunan berbentuk gubuk dari relawan.
Sekolah yang berkisar 2 sampai 3 kilometer dari Pusat Kota Mamuju ini salah satu sekolah yang masih menggunakan tenda saat proses belajar mengajar pasca gempa.
Mirisnya sebagian tenda yang digunakan para siswa belajar sudah mengalami sobek pda bagian samping serta ada juga tenda yang tiang penyangganya mulai rusak akibat termakan usia.
“Sering kali siswa merasa tidak nyaman belajar lantaran kenapasan jika kodisi cuaca cerah sementara hujan tenda tenda mereka di masuki hujan dan mengalami lebanjiran,” Kata Sri Handayani Akbar, Kepsek SD Inpres Simboro, Kamis (13/01/2022).
Pihak sekolah sudah melakukan upaya kepada pemerintah kabupaten mamuju dan provinsi sulawesi barat agar ruangan kelas segera dibangun namun beluma ada upaya yang terealisasi.
Berdasarkan data dinas pendidikan dan pemudah olah raga kabupaten mamuju ada 24 bagun sekolah yang rusak parah pasca gempa 15 januari 2021 lalu yakni bangunan sekolah dasar (SD) sebanyak 22 dan dua bangunan sekolah menengah pertama (SMP).
Rencananya seluruh sekolah tersebut akan dimulai pengerjaan pembangunannya di lakukan tahun ini .
(**)


Pelantikan Massal di Lingkup Pemprov Sulbar, Amir S Dado hingga Kain Lotong Resmi Jabat Posisi Baru
Sinergi Lanal Mamuju–KUPP Hadirkan Pas Kecil Gratis bagi Nelayan
Sinergi Lanal Mamuju–KUPP Hadirkan Pas Kecil Gratis bagi Nelayan