MAMUJU – Melihat proses perekrutan Calon Komisione KPID Sulbar, yang terkesan hanya sebatas bagi bagi kursi bagi oknum oknum politisi, kami dari salah satu konsituen KPID oganisasi Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI) Pengda Sulselbar, meminta kepada panitia seleksi agar dalam melakukan proses seleksi harus pofesional.
Dilihat dari hasil seleksi untuk tahap yang akan maju dalam tahap wawancara sebahagian besar calon yang lolos adalah dari kelompok polistisi. Untuk dari kelompok wartawan yang bersentuhan langsung dengan KPID sangat sedikit diakomodir oleh panitia.
Melihat kondisi yang ada kami dari organisasi IJTI mendesak panitia agar dalam merekrut calon komisioner jangan ada kesan bagi bagi kue untuk oknum politisi saja.
“Jangan sampai komisioner yang nantinya terpilih tidak paham akan dunia penyiaran. Mereka terkesan hanya akan menghabiskan anggaran daerah saja namun pelanggarann uu penyiaran masih terus terjadi di Sulbar,” kata Gusni Kardi.
“Seharusnya poses perekrutan komisioner yang diutamakan yang di rekrut adalah mereka yang berlatar belakang praktisi penyiaran atau wartawan yang sudah paham dengan kerja di dunia penyiaran.(Koodinator Daerah Sulbar Pengda IJTI Sulselbar,” Tambah Gusni Kardi.
(**)


BPW HIPKA Sulbar Ajak Masyarakat Sikapi Penguatan Dolar dengan Bijak
Polda Sulbar Bangun Kantor PJR Pertama di Indonesia, Siap Jadi Model Nasional & Dorong Ekonomi Warga
PAD Terbatas, Gubernur Sulbar Tetap Kejar Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan