Tingkatkan Kesadaran Bencana, Poltekes Mamuju Beri Soisialisai ke Perangkat Lingkunan dan Kelurahan

MAMUJU – Sejumlah Dosen Keperawatan dari Poltekkes Kemenkes Mamuju yang tergabung dalam Tim Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) melaksanakan kegiatan edukasi dan perluasan informasi tentang kesiapsiagaan bencana dan mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan tersebut terselenggara di Kantor Kelurahan Simboro Kabupaten Mamuju dan dihadiri Lurah Simboro Asri. Para kepala Lingkungan dan segenap jajaran staf Kelurahan Simboro. Kamis (02/06/2022).

Dalam kegiatan tersebut Perangkat kelurahan dan Lingkungan di berikan pemahaman bangaimana bagaimana mengatisipasi dini bencana dan menanganinya secara bersama sama.

Hal tersebut dilakukan lantaran Sulbar masuk dalam daftar merah secara Nasional wilayah di Indonesia rawan bencana alam, mulai dari banjir, longsor, gempa bumi sampai likufaksi atau tanah bergerak.

Lurah Simboro Asri, di sela-sela sambutannya menyampaikan, program yang dicanangkan Poltekkes Mamuju sangat sesuai dengan kondisi masyarakatnya. Dimana, Mamuju menjadi wilayah rawan bencana, seperti yang terjadi tahun 2020.

“Program yang dibawa Poltekkes Mamuju ini, begitu penting bagi warga kami. Mengingat, kondisi wilayah kabupaten mamuju jika dikaitkan dengan kejadian bencana di tahun kemarin (2020) adalah pembelajaran bermakna. Tentu harapan kami tidak terulang lagi dan saatnya pula, bagaimana setiap orang siapapun itu menjadi tahu dan memiliki mitigasi bencana sedini mungkin. Termasuk bagi warga kami di wilayah kelurahan Simboro ini,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi gagasan/ide dari para dosen Poltekkes Kemenkes Mamuju dan berharap kedepannya diterbentuk keluarga tangguh bencana.

Di tempat yang sama, salah satu dosen keperawatan Ns. Edi Purnomo, yang juga selaku Ketua Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Mamuju mengungkapkan, Keluarga Tangguh Bencana atau lazimnya disingkat “Katana” sebagai bentuk penguatan kapasitas keluarga Indonesia dalam menghadapi ancaman bencana.

“Pengambilan fokus pada ‘keluarga’ ini, merupakan bagian terkecil yang tentunya memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana itu sendiri,” tutur Edi,

Edi Purnomo menambahkan, dalam membangun ketangguhan keluarga di dasarkan pada konsep pertama Sadar-Risiko bencana.

“Pada tahap ini, setiap keluarga diberikan pemahaman mengenai kesadaran dan risiko bencana di lingkungan tempat dia berada. Selanjutnya konsep kedua: penguatan pengetahuan. Konsep ini bagaimana kita memahami manajemen bencana di sekitar tempat tinggal kita dengan indikator keberhasilan. Konsep terkahir yaitu: berdaya yaitu bagaimana kemampuan keluarga itu sendiri nantinya mampu melakukan simulasi evakuasi mandiri,” tutup Edi Purnomo

(**)

About Author

Spread the love