MAMUJU-Tahap pendaftaran bakal calon legislatif (caleg) Partai Demokrat telah dibuka sejak Senin (26/9) lalu. Sejumlah kader yang minat jadi caleg partai yang kini diketuai Agus Harimurti Yudhoyono pun berangsur-angsur mendaftar. Tak terkecuali Ketua DPC Demokrat Mamuju, Sitti Suraidah Suhardi yang juga kini masih tercatat menjadi Ketua DPRD Sulawesi Barat.
Suraidah mendaftarkan dirinya melalui sekretariat DPD Demokrat Sulawesi Barat pada Jumat (30/9) siang. Kedatangannya tak sendiri, dirinya didampingi oleh Zulfikar Suhardi yang tak lain adalah adiknya.
Pendaftarannya untuk meneguhkan dirinya kembali sebagai bacaleg Partai Demokrat untuk DPRD Sulawesi Barat pada pemilihan umum tahun 2024 mendatang. Ditempat sama, Zulfikar Suhardi yang turut mendaftarkan dirinya jadi bacaleg mencoba peruntungannya dengan mendaftarkan diri sebagai bacaleg Demokrat untuk mendapatkan kursi DPR RI.
Ditemui usai mendaftar, Suraidah kepada media ini menuturkan kali ini dirinya tak hanya untuk mengikuti jadwal yang ditetapkan oleh DPD Demokrat Sulbar. Tetapi juga untuk memastikan kepada publik bahwa dirinya siap kembali mengabdi pada periode berikutnya di DPRD Sulawesi Barat.
“Jalur pengabdian saya untuk rakyat melalui jalur politik. Jadi saya mesti melalui prosedurnya dengan memulainya dari mendaftar jadi bacaleg dulu,” katanya.
Meski demikian, perempuan yang telah memasuki tiga periode menjadi anggota DPRD ini menyerahkan sepenuhnya pada kehendak rakyat atas pilihan politiknya kelak. “Kalau mereka masih percaya pada saya, kecenderungan dan peluang untuk saya tentu terbuka lebar. Tetapi jika tidak tentu akan berbeda situasinya,” tuturnya.
Kemudian menurutnya, kendati telah mendaftar kembali, bukan berarti dirinya memaksakan kehendak rakyat agar tetap memilihnya. Apalagi jika harus menempuh upaya-upaya yang tek dibenarkan oleh tata aturan pemilu.
“Tadi ini saya telah menempuh satu tahap upaya prosedural untuk dapat dipilih pada pemilu nanti. Kemudian secara bertahap akan bergulir pada tahap yang lain. Semua tentu akan saya lewati. Tetapi bukan berarti setelah semua dilewati tahapannya menjadi caleg, saya akan memaksakan kehendak rakyat dengan cara-cara yang tak benar. Sebab demokrasi kita bukan hanya diharapkan sampai pada tahap yang prosedural. Tetapi kita menanti dari pemilu ke pemilu apa yang menjadi harapan substansial juga tercapai,” tuturnya.
Bahkan perempuan tiga anak ini tetap optimis arah demokrasi pada tiap pemilu akan mengalami perkembangan meski juga akan tetap mendapat ujian yang tak sedikit. “Memang kita tidak dapat melihat perkembangannya secara signifikan. Tetapi perlahan ada perbaikan. Kita optimislah meski kita tentu mengakui didalamnya tetap akan ada dinamika dan dialektika gagasan untuk memperbaiki kualitas pemilu kita dari tahun ke tahun,” urainya.
Demokrat ditengah pusaran politik nasional hingga lokal
Pada kesempatan yang sama, mantan Ketua DPRD Mamuju ini juga menuturkan dinamika politik yang sedang dilewati Demokrat terus bergerak progresif dan memiliki nuansa relatif berbeda ditiap daerah. “Misalnya mungkin di pusat dinamika yang dialami agak relatif memiliki gelombang lebih kuat dibanding kita di daerah,” katanya.
Sebab ditingkat nasional, posisi Partai Demokrat tak masuk dalam jajaran partai yang memiliki peran sentral. Sebagaimana sebelumnya dimasa Susilo Bambang Yudhoyono menjadi kepala negara. “Tentu agak berbeda yah apalagi Demokrat per hari ini bukan bagian dari partai penguasa. Sehingga membutuhkan energi lebih untuk dapat mengimbangi dinamika yang bergulir,” ujarnya.
Berbeda dengan situasi politik lokal khususnya di Sulawesi Barat. “Beda yah dengan kita di sini (Sulbar). Partai Demokrat dalam satu dekade terakhir menjadi partai yang cukup berpengaruh dalam ruang strategis pada kancah politik lokal. Kita tak bisa nafikkan saat ini setidaknya ada dua Kabupaten yang kepala daerahnya memiliki afiliasi kuat terhadap partai kami. Sebutlah Majene dan Mamuju. Artinya pada tingkat nasional dan lokal semua memiliki dinamika tetapi gradasinya saja yang berbeda. Kira-kira begitu kalau diibaratkan,” ucapnya.
Olehnya menyambut pemilu 2024 mendatang, dirinya yang juga Ketua DPC Demokrat Mamuju terus memberi penguatan internal khususnya pada kader. “Kader kita terus membangun konsolidasi pada setiap jenjang dimana mereka diberi peran. Dan pergerakan mereka tak lepas dari penguatan-penguatan yang diberikan sebelumnya. Sebab modal utama kita yah ada pada kader yang sejak awal telah loyal pada partai ini. Kepercayaan rakyat itu tak serta merta terbangun pada kehadiran elit Partai Demokrat di daerah ini. Tetapi juga berangkat dari kepercayaan pubik pada kader kita ditingkat paling dekat pada kehidupan sosial masyarakat kita. Mereka memang diminta untuk dapat sekaligus hadir menjadi bagian yang mampu menunjukkan diri sebagai pengayom masyarakat,” kuncinya.(rls/**)


BPW HIPKA Sulbar Ajak Masyarakat Sikapi Penguatan Dolar dengan Bijak
Polda Sulbar Bangun Kantor PJR Pertama di Indonesia, Siap Jadi Model Nasional & Dorong Ekonomi Warga
PAD Terbatas, Gubernur Sulbar Tetap Kejar Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan