KPU Mamuju Targetkan 6 Hari Rampung Rekap Tingkat Kabupaten

MAMUJU, – Setelah dilakukan rekapitulasi tingkat kecamatan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) tanggal 15 Februari 2024 lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mamuju memulai rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat kabupaten.

 

Rapat Pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 tingkat Kabupaten Mamuju ini dibuka oleh ketua KPU Mamuju Indo Upe bersama jajaran komisioner KPU Mamuju di aula asrama haji Mamuju, Rabu, 28 Februari 2024.

 

“Proses rekap kita mulai dari masing-masing kecamatan, secara teknis nanti kita lihat kecamatan apa yang harus didahulukan,” kata Indo Upe saat dikonfirmasi di aula asrama haji Mamuju.

 

Kalau untuk rekap kecamatan, lanjut dia, masih ada kesisahan dua kecamatan, yakni Kecamatan Kalukku dan Mamuju. Namun pihaknya optimis dua kecamatan ini dapat merampungkan rekapannya hari ini (red) karena Kecamatan Mamuju hanya tersisa satu TPS dan Kecamatan Kalukku hanya tersisa dua TPS

 

“Kita optimis besok (hari ini, red) rekap kecamatan sudah rampung,” ujarnya.

 

Pihaknya menargetkan rekapitulasi tingkat kabupaten ini selesai tanggal 05 Maret 2024, namun Indo Upe berharap dapat segera rampung diluar dari jadwal yang telah ditetapkan.

 

“Tapi kita berdoa mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan lancar dan cepat,” harapnya.

 

Terkait dengan menghadapi dinamika ricuh dan protes pada saat rekapitulasi, KPU Mamuju tentu selalu berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, selalu berlandaskan pada mekanisme yang telah ditetapkan.

 

“Kita melihat dinamika yang terjadi kalaupun nanti ada yang selisih paham dan lain sebagainya tentu kita harus sesuai dengan mekanisme apakah kita harus membuka kotak suara tersebut atau tidak, namun kita selalu merujuk pada peraturan yang ada,” urai Indo Upe.

 

Ia mengaku, kondisi seluruh kotak suara dari masing-masing kecamatan itu aman, bahkan kotak suara dari kecamatan terjauh dan terluar pun sudah berada di gudang KPU Mamuju.

 

“Sejauh ini aman, kondisi kotak suara ada di gudang perekapannya Mamuju, kotak suara dari pelosok juga sudah ada semua,” ungkapnya.

 

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mamuju Rusdin menyampaikan bahwa di setiap rekapitulasi selalu ada dinamika yang terjadi, namun pihaknya tetap berpedoman pada Peraturan KPU (PKPU) terkait hal itu.

 

“Kita tunggu saja tatib dan kecamatan apa yang didahulukan, di setiap rekapitulasi tentu ada dinamika namun pedomannya tentu merujuk pada PKPU,” ujar Rusdin.

 

Terkait dua kecamatan yang terlambat, Ketua Bawaslu Mamuju dua periode tersebut menegaskan tidak akan menggangu berjalannya rekapitulasi, karena di tahun 2019 kemarin juga terjadi hal seperti itu.

 

“Kecamatan Kalukku dan Mamuju itu TPS nya banyak, Kalukku tersisa satu desa yang akan diselesaikan hari ini, Mamuju tinggal penandatanganan saja,” tegasnya.

 

Terkait aplikasi Sirekap, pihaknya mengaku tetap mempersiapkan data sandingan yakni data manual berdasarkan hasil perbaikan rekap dari masing-masing kecamatan, pihaknya juga telah memanggil Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk mereview kembali perbaikan-perbaikan yang dilakukan di kecamatan.

 

“Untuk mereview pengawasan yang dilakukan di kecamatan terkait pembetulan yang terjadi, kalau kami Bawaslu Mamuju data sandingan kami itu tetap yang manual,” tandas Rusdin. (**)

About Author

Spread the love