Istimewah (Net)

DPD Apkasindo Perjuangan Mateng Ancam Boikot CPO Perusahaan Sawit, Ini Alasannya

MATENG – Hasil keputusan harga penetapan tanggal 16 Ferbruari 2021 oleh Tim penetapan yang tergabung dalam Perintah, Perusahaan, Dan Petani yang menyepakati harga Di angka Rp. 3041.40 Rupiah/Kg pada tahun Tanam 10-20 Tahun hasil keputusan ini ditetapkan berdasarkan keputusan bersama.

Namun sayangnya pelaksanaan dilapangan masih banyak perusahaan yang tidak mempedomani  keputusan tersebut.

“Atas permainan perusahaan dilapangan untuk itu DPD Apkasindo Mateng mendesak pemerintah Kab Mamuju Tengah dan Pemprov Sulbar untuk segera memanggil Perusahaan dan mendesak perusahaan  Memberlakukan harga yang sudah diputuskan ketika langkah ini perusahaan tidak mengindahkan maka Kami akan mengambil langkah untuk tidak segan2 turun kejalan untuk melakukan Penahanan CPO Perusahaan yang akan di Ekspor,” kata Sopliadi  DPD Apkasindo Perjuangan Mateng, Senin (21/02/2022).

Sopliadi mengatakan Posisi tawar petani sudah mencoba membuka ruang komunikasi yang begitu terbuka berdasarkan regulasi Permentan   Nomor 1 Tahun 2018 menjadi pedoman  namun kita memberi kelonggaran kepada perusahaan sekalipun kami fahami masih ada beberapa cela yang masih dilanggar perusahaan karena keputusan tersebut berdasarkan hasil diskusi karena perusahaan masih melakukan upaya2  mediasi sehingga putusan tergantung hasil kesepakatan tetapi untuk bulan ini hasil kesepakatan tersebut sudah memuaskan untuk petani karena kita sebagian besar sudah mengacu ke regulasi sekalipun belum sepenuhnya sehingga memutuskan harga yang sangat memuaskan di masyarakat

“Berdasarkan hasil keputusan tersebut tidak sesuai dengan putusan dikalangan dimana perusahaan Tidak mempedomani harga yang diputuskan sesuai yaitu Rp. 3041.40 Rupiah/Kg. Langkah ini Kami tidak main2 kami akan panggil ribuan petani di mateng Untuk melakukan Boikot dan menahan armada Perusahaan untuk pengantaran Ekspor CPO di pelabuhan Babana yang ada di Kec Budong-Budong,” tegasnya.

Sopliadi menjelaskan Permainan perusahaan di Sulbar seharusnya disudahi banyak kerugian yang dilakukan masyarakat yang merugikan petani selama 32 Tahun.

“Kami akan memberi tenggang ketika mereka tidak merubah harga maka kami akan turun kelapangan ribuan petani mengambil langkah  Boikot atau penahanan ekspor CPO  terhadap perusaahan di Mamuju tengah yang nakal. Bahkan kami akan mendesak pemprov Sulbar untuk melakukan pencabutan izin Operasi perusahaan Kelapa Sawit yang nakal di Sulbar, Tutup Sopliadi.

(rls/**)

About Author

Spread the love