MAMUJU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamuju, bekerja sama Puskemas Dungkait di Kecamatan Tapalang Barat melakukan fongging disejumlah rumah rumah warga, Senin (3 Juli2023).
Fongging atau pengasapan dilakukan lantaran di daerah daerah tersebut sudah banyak ditemukan kasus warga terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD), yang disebebkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Selain dengue, A. aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning, chikungunya, dan demam Zika yang disebabkan oleh virus Zika.
Endang S. Kep Ns Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat Dungkait, Mengatakan di awal bulan Juni hingga awal Juli ada 10 orang warga Tapalang Barat terjangkit DBD.
“Ye tadi pagi fogging nya di wilker PKM dungkait di Desa Dungkait di beberapa dusun ada di dusun dungkait, Salanase,Ngalo, Sapiri Malimbo” ucap Endang S saat dikonfirmasi Melalui pesan Singkat Whatsapp.
Endang S, berharap dengan fongging dilakukan mata rantai penyebaran DBD bisa terputus sehingga tidak ada lagi warga harus dilarikan ke Puskesmas karena penyakit DBD.
“Selain fongging sebelumnya kami sudah Lakukan pembersihan lingkungan yang rutin di masing-masing dusun, promotori setiap kepala dusun dan RT bersama dengan warga setempat serta leading sektor yang lainnya seperti Bhabinkamtibmas ,Kader,Karang taruna dll,” tulisnya lagi.
Ia mengkhimbau kepada warga untuk selalu menjaga lingkungan masing masing, dan menerapkan polahidup 4 M plus.
“Kami SUDAH melakukan KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi, red),Pemberian Abate dan lakukan 4 M plus Menutup tempat penampungan air,menguras tempat penampungan airnya minimal 1 kali seminggu,mengubur barang-barang bekas seperti kaleng bekas,ban dll, Mematikan jentik nyamuk dan memasang kelambu saat tidur,” tegas Endang S. (adv).


BPW HIPKA Sulbar Ajak Masyarakat Sikapi Penguatan Dolar dengan Bijak
Polda Sulbar Bangun Kantor PJR Pertama di Indonesia, Siap Jadi Model Nasional & Dorong Ekonomi Warga
PAD Terbatas, Gubernur Sulbar Tetap Kejar Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan