Ricuh di Laga Sepak Bola HUT RI ke-80 di Pinrang, Pertandingan Antar Desa Dibatalkan

PINRANG – Pertandingan sepak bola dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia tahun 2025 di Lapangan Sidomulio, Kelurahan Tatae, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, berakhir ricuh pada Rabu (13/8/2025) sore. Laga mempertemukan tim Desa Massewae dan Kelurahan Pekkabata itu terpaksa dihentikan pada babak kedua setelah terjadi kericuhan di dalam lapangan.

Kericuhan bermula dari adu mulut antara pemain dan wasit di dalam kotak penalti. Situasi memanas ketika sejumlah penonton atau suporter kedua tim masuk ke lapangan dan terlibat saling dorong. Kondisi tersebut membuat pertandingan tidak dapat dilanjutkan.

Kepala Desa Massewae, Ibrahim, langsung merespons kejadian tersebut dengan mendatangi wasit, menunduk, dan menyampaikan permintaan maaf.

“Apabila ada warga saya yang memukul, saya minta maaf. Saya sangat kecewa dengan apa yang terjadi. Saya membawa tim dari Massewae untuk merayakan kemerdekaan, bukan untuk dianiaya,” ujar Ibrahim.

Petugas keamanan dari TNI dan Polri segera diturunkan untuk menghentikan kericuhan, membubarkan massa, serta mengosongkan lapangan pertandingan.

Menindaklanjuti insiden ini, Wakil Ketua Panitia, Hasnur Asikin, memimpin rapat darurat setelah mendapat arahan dari Ketua Panitia yang juga anggota DPRD, Jefri.
“Kesepakatan bersama telah diambil. Pertandingan antar desa di Kecamatan Duampanua dibatalkan demi menjaga situasi tetap kondusif,” tegas Hasnur Asikin.

Pertandingan yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan semangat kemerdekaan itu akhirnya berakhir dengan pembatalan seluruh rangkaian laga antar desa di tingkat kecamatan. (*)

About Author

Spread the love