VMSNEWS.NET – SULBAR – Gagasan Manusia Merdeka yang gencar digemakan oleh Dr. Ir Muhammad Said Didu tentu menjadi pertanyaan apa yang kemudian melatar belakangi lahirnya gerakan tersebut.
Menurutnya, konsep manusia merdeka lahir dari adanya oligarki kekuasaan.
“Saya resah sekali terjadinya oligarki kekuasaan, dan oligarki kekuasaan yang terjadi sekarang ini sudah turun ke anak cucu,” kata Said Didu.
Para pimpinan dan tokoh nasional tidak lagi memikirkan negara, namun lebih kepada memikirkan jabatan anaknya kedepan, dan mereka dengan sengaja saling membantu untuk mewujudkan oligarki itu dengan dibungkus demokrasi politik,” ujar mantan Direktur Teknologi Agro Industri.
Lebih jauh ia menjelaskan bahwa, kalau ini terjadi, maka tentu pikirannya tidak memikirkan negara, dia memikirkan kelanggengan kekuasaannya dan ini malah menjadi modus untuk mendapatkan jabatan.
Mantan Sekertaris BUMN 2005 – 2010 ini juga mengungkapkan kekecewaannya pada Mentri Pertanian Syahrul Yasin Limpo atas rencananya memberikan nama bibit anggur dengan menggunakan nama cucu presiden.
“Saya katakan bahwa saya sangat kecewa atas pernyataan pak Syahrul Yasin Limpo Mentri Pertanian baru, yang berencana memberikan nama bibit anggur Jan Ethes
(cucu Presiden) . Dan inikan sudah merasuk bahwa keluarga ini mau dihidupkan,” ungkap Said Didu.
Bagi pria kelahiran Pinrang Sulawesi Selatan ini mengatakan, sementara di Negara mana pun, demokrasi itu hanya bisa kalau terjadi kesetaraan. Oligarki ini menghilangkan kesetaraan masyarakat untuk berkesempatan. Jadi nanti akan muncul rakyat biasa yang pintar, aktif dan lainnya akan tersingkir, sehingga harus dilawan upaya oligarki tersebut.
Partai juga tentu tidak bisa diharapkan, karena yang membentuk oligarki ini adalah partai dan penguasa atau dalam hal ini cukong kekuasaan, jadi yang terpikir oleh saya bahwa tidak ada jalan lain adalah menarik masyarakat keluar untuk tidak dalam mobil yang sama dalam oligarki kekuasaan,” papar Said Didu.
Lanjut Said Didu menegaskan, saya ingin memunculkan manusia – manusia merdeka disemua sektor termasuk di partai.
Saat ditanya apa itu Manusia Merdeka ? Ia menjelaskan bahwa ada lima prinsip manusia merdeka diantaranya adalah :
1. Orang yang tidak mengejar kekuasaan.
2. Orang yang tidak menjilat kekuasaan.
3. Orang yang berani menyatakan apa adanya.
4. Mengkritik bukan karena sakit hati.
5. Orang diam bukan karena takut dalam artian menjunjung tinggi etika dan moral, dan itulah manusia – manusia merdeka.
Manusia merdeka itu bisa ada di parpol, di pemerintahan, bisa ada di masyarakat. Dan tentu saya tidak akan membentuk menjadi organisasi tapi ini adalah gerakan moral saja bahwa kami manusia merdeka tidak mengejar kekuasaan, tidak anti mengkritik kekuasaan karena sakit hati, kami ingin perbaikan,” jelas Said Didu.
Pada intinya, manusia merdeka adalah melakukan perubahan untuk perbaikan dengan prinsip – prinsip tadi.Inilah kemudian kenapa saya senang bersama dengan anak – anak muda, tokoh – tokoh, bahkan teman – teman di luar negeri bersepakat untuk gerakan moral ini karena untuk melawan oligarki kekuasaan,” terangnya.
Saat ditanya bahwa apakah bangunan konsep manusia merdeka ini sangat berbeda dengan revolusi mental?
Said Didu secara tegas membatah hal itu, saya tidak pernah mendengarkan Revolusi mental, itu apa sih ? judul doan, mungkin lebih rinci tentang manusia merdeka.
Selain itu ia membeberkan bahwa virus Oligarki kekuasaan itu sebenarnya dimulai dari daerah, kita bisa melihat orang menjadi bupati, setelah itu isrinya, dan setelah itu anaknya, daerah lebih parah.
Said Didu berharap di Daerah muncul manusia merdeka, dimana ia tidak bisa diiming – imingi dengan jabatan.
Dirinya mengaku bahwa ada begitu banyak pro atas lahirnya gagasan Manusia Merdeka ini.
Atas lahirnya gerakan ini, ada banyak yang pro termasuk sejumlah tokoh – tokoh politik yang banyak menghubungi saya termasuk orang – orang yang ada di Partai,” katanya.
Saya harapkan kalau simbol manusia merdeka itu menjadi nilai, maka di partai juga menjadi manusia merdeka, jangan menjadi manusia yang takut pada ketua umum, dan kalau ini menular ke partai maka tentu ini sangat bagus,” ujar Said Didu.
Terkait soal progres manusia merdeka kedepan bagi saya cukup dengan memegang prinsip – prinsip manusia merdeka tadi, saya tidak suka mengungkung kemerdekaan seseorang, karena kalau jadi organisasi tentu sudah tidak merdeka lagi,” sambungnya.
Silahkan anda berorganisasi, tetapi saat kita bersama dalam Manusia Merdeka kita sama, persis saat orang masuk ke Masjid semuanya sama, itu yang terbayang oleh saya dimana suatu komunitas semuanya setara, merdeka, tidak ada pemimpin dan tidak ada anggota namun punya nilai – nilai pada lima prinsip awal tadi ditanamkan.” pungkas Said Didu.
Dhy]


APPMBGI Konsolidasi Nasional Tuntas, Sulbar Perkuat Implementasi Program MBG di Daerah
Menteri Ekraf sambut kedatangan bersejarah Presiden Macron ke Candi Borobudur.
“Saatnya Tindak Tegas Sabotase Ekonomi, Seruan pengusaha untuk Menjaga Stabilitas Nasional”