Tetap Optimis Di Masa Pandemi

Ilustrasi VMSNEWS.Net

VMSNEWS.NETOPINIPENULISMuhammad YunanDosen STAIN Majene – Ceritanya si rahing, si anak kampung, punya keinginan beberapa hari yang lalu untuk merutinkan olah raga dengan lari pagi di setiap hari libur. Tujuannya untuk memulai membiasakan diri dengan pola hidup sehat dengan modal yang murah, karena tidak perlu membeli alat-alat olah raga seperti di tempat-tempat fitnes yang biasa ia tonton di youtube. Di samping itu, ia juga punya keinginan memiliki tubuh atletis seperti artis bintang filem dalam filem-filem laga. 

Setelah menunggu, hari libur pun tiba. Ia kenakan baju trening dan sepatu olahraganya, lalu keluar rumah untuk lari-lari keliling kampung di pagi buta. Habis subuh, ia pergi lari-lari pagi sendirian. Di tengah jalan, ia bertemu beberapa ekor anjing milik warga yang lagi tidur-tiduran di atas aspal jalanan. Biasanya anjing-anjing tersebut sengaja dipelihara warga untuk keperluan berburu babi di hutan, yang kerap merusak tanaman petani. Saat melihat, si rahing sempat ragu antara lanjut terus atau balik arah saja. Namun karena keinginannya yang kuat untuk pergi lari pagi, akhirnya ia nekat menerobos, melewati anjing tersebut. 

Tak disangka, apa yang dikhawatirkan tadi betul-betul terjadi. Anjing yang dilewatinya terbangun karena kaget dengan suara kaki dan langsung menggonggong sambil mendekat. Sadar bahwa ia sedang dalam kondisi bahaya, si rahing akhirnya lari pontang panting dengan kencangnya untuk menghindar. Di belakangnya ada 3 ekor anjing yang terus menggonggong dan mengejar mendekat ingin menggigitnya. Dalam situasi panik, ia terus berlari kencang. Karena ketakutannya, ia terpaksa melompat masuk ke halaman rumah warga yang ada di sekitarnya, ia melompat melewati pagar rumah yang terbuat dari bambu, yang ketinggiannya di atas satu meter. Usahanya berhasil. Dan kini ia aman dari kejaran anjing, meski masih pucat, gemetaran dan ngosngosan. Setelah beranjak pergi, matanya tertuju pada pagar yang baru saja ia lompati. Ia tidak menyangka bahwa ia punya kemampuan melompati pagar yang setinggi itu tanpa merusaknya. 

Situasi yang mirip dengan kisah si rahing di atas, biasa hadir dalam kehidupan kita, ketika terjebak dalam situasi yang sempit, sulit dan terdesak dalam kehidupan kita. Dalam menghadapi situasi demikian, ada-ada saja jalan keluar yang menjadi solusi penyelesain, yang kita tempuh agar terbebas dari situasi yang mencekam. Ketika terdesak, potensi diri yang selama ini terpendam, tersembunyi dan tidak kita sadari pada akhirnya akan keluar dalam bentuk ide dan aksi yang bisa kita manfaatkan, tanpa menggantungkan diri pada harapan dan uluran tangan orang lain. Ia menjadikan kita sebagai pribadi yang tangguh, yang mampu melewati kesulitan, meski yang sangat sulit. 

Potensi diri yang selama ini terpendam dan biasanya keluar dengan sendirinya di saat diri sedang panik, mungkin layak untuk kita renungkan bersama dalam menghadapi akibat-akibat yang ditimbulkan oleh penyebaran virus covid19 sekarang ini. Akibat-akibat yang ditimbulkan virus ini berpengaruh luas pada terbatasnya segala lini gerak kehidupan kita, terutama dalam hal mempersiapkan diri akan kebutuhan pangan bila situasi ini berlangsung lama. Olehnya itu, setidaknya kita bisa mengambil pelajaran berharga, bahwa dalam berhadapan dengan situasi ini, kita tidak akan selamanya hanya menggantungkan diri pada uluran tangan dari orang lain. Ide-ide kreatif bisa bermunculan dalam situasi saat ini dengan tetap mengindahkan aturan-aturan pencegahan penyebaran virus sesuai arahan ahli medis. 

Saatnya untuk tidak menggunakan waktu kita hanya sebatas melawan kejenuhan dan kebosanan karena alasan terlalu lama tinggal di rumah. Tetapi lebih dari itu, waktu yang ada justru sangat bagus kita manfaatkan untuk memikirkan potensi yang ada dan mencoba mendata satu demi satu, mencari kegiatan yang mampu membawa manfaat untuk diri dan sesama. 

Cobalah merenung sejenak, bayangkan dirimu sedang berhadapan dengan masalah besar yang tidak ada orang lain di sekitarmu yang bisa membantumu. Bahkan sebaliknya, ada orang yang di sekelilingmu yang justru sedang butuh dan berharap pada uluran tanganmu. Kemudian katakan pada diri sendiri, bahwa kamu punya banyak potensi yang bisa dikembangkan dan pasti bisa menolong diri sendiri dan orang lain. Apapun masalahnya, hadapilah dan selesaikan. “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Al-Insyirah: 6). “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah” (QS. Yusuf : 87). “Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah : 286). Semoga bermanfaat, wallahu a’lam.

About Author

Spread the love